SELIWERAN

kuserahkan pada semesta
untuk mengisi ruang hatimu
bila setelah aku
dalam hidupmu
masih kau rasakan
kekosongan itu

disini
di jantung kota ini
ada yang lebih ramai
dari obrolan mesin kendaraan
adalah seliweran wajahmu
yang tak kunjung henti

pict ; Wahid Max

( Puisi Ringan, Cuir Lamen )

MASIH

aku kalah
menyerah
mengejarmu hanya membuatmu semakin jauh
aku jatuh
jatahku untuk bangkit
telah habis

aku mengalah
mengaku salah
telah berkata pada dunia kau milikku
aku malu
merunduk pilu
dalam bisu
aku masih mencintaimu

( Puisi Ringan, Cuir Lamen )

pict by Kiki

MUSIM HUJAN

Musim penghujan
sungai mengalir dari airmatamu
deras tak terbendung
meluap sampai ke jantung kota

kemana kita akan pergi kekasih
bila hujan tak kunjung kering
lihatlah, tak ada lagi jalan pulang
bisakah kau berhenti menangis barang sesaat

sebelum kota ini tenggelam dalam kesedihan
kita mesti pergi
ke suatu tempat yang kita sebut abadi
siapkan senyummu yang paling manis

jangan menangis lagi kekasih
jangan kau tambah luka saudara kita
kita mesti kuat
mereka telah pergi lebih dahulu
ke tempat yang kita sebut abadi itu
; Mati

Pict by Reza dan Chelsea

AKU BUKAN SAPARDI

Siapakah aku
yang jelas aku bukan Sapardi
Karena tak sanggup mencintaimu dengan sederhana

bila aku Sapardi
sudah dari dulu
kutulis sajak untukmu
tak perduli sampai padamu
atau hanya singgah dalam ingatan saja

seperti kata
yang tak sempat diucapkan kayu pada api
yang menjadikannya abu
juga seperti isyarat
yang tak sempat disampaikan awan pada hujan
yang menjadikannya tiada

tapi aku bukan Sapardi
tidak mungkin bisa kucintaimu dengan sederhana
maka kuputuskan untuk mencintaimu semampuku
dengan tak bisa menahanmu
membiarkanmu memilih siapa yang pantas kau cintai

( SELAMAT ULANG TAHUN EYANG, SEHAT SEHAT SELALU )

20 MARET 2019

Terimakasih

Aku mencintaimu
Meski tak pernah lagi ku katakan
Aku mencintaimu
Meski tak pernah lagi ku ungkapkan
Aku mencintaimu
Meski yang kau ucapkan adalah selamat jalan

Terimakasih
Pernah tumbuh meski tak utuh
Terimakasih
Pernah hidup meski sebatas harap

Terimakasih
Telah menjadi bagian dari bahagia ini
Terimakasih
Telah menjadi bagian dari luka ini
Terimakasih
Telah menjadi ada meski sudah tak lagi

Pict by ASA

Hari yang Dingin ( Di hari Ultahmu yang ke 21 )

teruntuk yang telah mendahului : Zidan

Hari begini dingin, bra
Aku mengenangmu sebagai darah yang mengalir
Di sungai sungai kecil kaki ibu,

Ada surga disana,
Ada kau disana,
Menjaga pertapa di tiap nafasnya
Dan burung burung berkicau di ranting rambutmu

Saat kan segar bugar,
Meski waktu bersama mu
Sudah jatuh di pelataran halaman nisan
Waktu kini tinggal hujan,
Menggerai di celah mata ibu,

Disana,
Disurga kaki ibu
Kau ada untuk pertama
Dan selamanya,

( Cuir Lamen , 2018 )